Thursday, April 30, 2015

MUNGKINKAH MANUSIA MENDARAT DI PLANET MARS?

Untuk menjawab pertanyaan diatas saya mencari jawaban pada artikel yang ditulis oleh M ZAID WAHYUDI yang ditulis di harian Kompas dengan judul "Melawan Gravitasi, Menjelajahi Antariksa"

Impian manusia mendarat di Planet Mars tahun 2030-an,mendekati nyata. Sebuah roket berkekuatan jauh lebih besar dibandingkan roket yang mendaratkan manusia di bulan tahun 1969, disiapkan. Tak hanya lebih jauh,roket yang rancangan akhirnya memiliki hampir menyamai Tugu Monas di Jakarta itu bisa membawa muatan lebih besar.

Roket milik Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) Amerika Serikat itu dinamai Sistem Peluncur Antariksa atau Space Launch System (SLS). Berat roket diklaim terbesar di dunia itu hampir delapan kali pesawat boeing 747 dalam kondisi penuh, punya daya dorong setara 13.400 lokomotif dan mampu mengangkut 12 gajah dewasa ke antariksa.
"SLS akan jadi roket unik dan fleksibel. Mampu membawa manusia kembali ke Bulan,bahkan lebih jauh, termasuk asteroid dan Mars." hal ini disebutkan oleh Dawn Stanley di Pusat Penerbangan Antariksa Marshall, Alabama AS.
Kepala pusat Teknologi Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Sutrisno, mengatakan, untuk penjelajahan antariksa, roket harus berdaya dorong besar untuk melawan gravitasi Bumi. Jika tidak, roket akan jatuh lagi ke Bumi. Daya dorong roket juga diperlukan untuk menempatkan muatan roket pada tempat tertentu di antariksa.
Struktur
Meski SLS memiliki desain baru yang dirancang dengan teknik berbeda, sejumlah teknologi merupakan daur ulang teknologi roket NASA sebelumnya. Teknologi roket NASA yang diadopsi SLS itu adalah roket Pesawat Ulang Alik (Space Shuttle) maupun roket Saturnus (Saturn V) yang pernah mendaratkan manusia di Bulan.
"Untuk kembali ke Bumi masih dibutuhkan roket sehingga teknologi dari pesawat Ulang Alik dan Saturnus V tetap di butuhkan.
Desain awal SLS mirip roket Saturnus V,termasuk bagian pembawa muatan di ujung atas roket. Bedanya,SLS memiliki dua roket pendorong (booster) disamping roket utamanya. Roket pendorong itu diadopsi dari roket pesawat ulang alik.
Diameter roket utama SLS sama dengan diameter roket utama pesawat ulang alik. Ada lima mesin RS-25D/E pada bagian bawahnya. Roket Utama merupakan roket cair sebagai oksidator.
Roket pendorong SLS lebih panjang dibandingkan milik Pesawat Ulang Alik. Roket pendorong itu berupa roket padat berbahan bakar campuran komposit Aluminium perklorat mengandung oksigen."Tanpa oksigen,pembakaran bahan bakar tak mungkin terjadi.Oleh karena antariksa tak ada oksigen, bahan bakar roket sudah harus dicampur oksigen.
Sementara itu,untuk tahap awal,modal pembawa muatan roket SLS dibuat miri yang ada pada Saturnus V.Modul muatan berkapisitas empat orang antariksawan itu berukuran lebih besar dibandingkan yang digunakan misi Apollo Nasa untuk pergi ke Bulan. Ke depan, bagian pembawa muatan itu dimodifikasi hingga punya sebuah motor penggerak tunggal J-2X.

MISI
Tahap awal,roket SLS rencananya akan digunakan mengirim wahana tak berawak Orion hingga melampaui orbit rendah bumi pada 2018. Misi pertama SLS yang disebut Explorotion Mission-1 atau EM-1 untuk menguji kinerja sistem roket yang bekerja secara terintegrasi.
Meski tidak berawak,misi itu akan membawa orion hingga jarak 450.000 kilometer (km) dari Bumi. Jarak itu memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah dijelajahi manusia dalam misi Apollo 13 sejauh 400.000 km. Adapun misi Apollo 11 yang mendaratkan manusia di Bulan mencapai jarak 383.000 km.
Selain penerbangan ke Bulan,hingga kini penjelajahan manusia masih berkutat sekitar Orbit Rendah Bumi (LEO). Dilapisan 160-2.000 km dari permukaan Bumi itulah Stasiun Antariksa Internasional (ISS) berada.
Dengan kemampuan roket yang jauh lebih besar,SLS menawarkan kesempatan manusia menjelajahi antariksa dengan mengenali lebih dalam tetangga Bumi.Lebih dari itu,SLS juga membuka peluang menambang aneka mineral bermutu tinggi di asteroid atau mencari tempat hidup baru,setidaknya di Mars.

No comments:

Post a Comment

window.setTimeout(function() { document.body.className = document.body.className.replace('loading', ''); }, 10);