Wednesday, November 11, 2015

KURSI RODA ELEKTRIK MAMPU MEMBERIKAN INTRUKSI DARI OTAK

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengembangkan kursi roda elektrik bagi penyandang disabilitas dan pasien lumpuh hasil penelitian instrumentasi.
Kursi roda elektrik membantu penyandang disabilitas yang tidak bisa menggerakkan anggota badan dan pengguna bisa menggerakkan serta mengendalikan kursi roda hanya dengan memikirkan perintah.
Teknologi itu merupakan penyempurnaan pengembangan alat yang membuat otak mampu mengendalikan gerakan kursi roda elektrik lewat penerjamahan sinyal-sinyak listrik dari otak. Pengembangan instrumentasi yang paling urgent di Indonesia itu bidang kesehatan.
Meski begitu, alat itu belum bisa digunakan langsung untuk umum, namun telah dipresentasikan ke Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran yang juga bekerjasama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk pengembangannya.
Kursi roda ini masih belum bisa digunakan langsung oleh masyarakat, masih dalam pengujian,belum tahu bila digunakan oleh difabel yang sebenarnya.

Friday, November 6, 2015

TEKNOLOGI PINDAHKAN BENDA MELALUI LASER BUKAN LAGI ILUSI

Kalau kita ingat film Star Wars dan Star Trek disitu kita diperlihatkan adanya "Tractor beam" teknologi sinar laser untuk mengangkat dan mengirimkan objek.
Baru-baru ini peneliti mengaku telah membuat tractor beam dengan menggunakan geombang suara ampitudo tinggi untuk mengangkat, menggerakkan dan merotasi objek-objek kecil tanpa membuat kontak dengan objek-objek itu. Mereka membayangkan perangkat ini digunakan untuk aplikasi medis dan lainnya.
Sebagaimana gelombang mekanik,suara dapat mengerahkan energi yang signifikan ke objek-objek.Ingatlah terakhir kali anda berada pada sebuah konser dan dada anda bergetar oleh musik itu. Traktor beam suara ini memanipulasi objek-objek sampai satu per tujuh inchi (4mm) pada diameternya dan bisa mengontrol posisi serta orientasi objek-objek terangkat.
Tractor beam menggunakan suara ultra pada frekuensi 40 kilohertz, sedangkan manusia hanya bisa mendengar dibawah 20 kilohertz.
Para peneliti menggunakan gelombang suara dari 64 pengeras suara mini yang disebut transduser demi menciptakan apa yang mereka sebut "hologram akustik" untuk mengawasi sebuah objek tanpa menyentuhnya.
Gelombang-gelombang ini berbentuk angkup (penjebit kecil) untuk mengangkat sebuah objek, yakni sebuah pual (vortex) untuk menahan objek terangkat tetap ditempatnya dan sebuah kurungan untuk menampung sebuah objek tetap ditempat.
Sebuah gelombang sederhana hanya akan menekan partikel pada arah perambatan. Namun gelombang majemuk akan bertumbukkan untuk membangun bentuk-bentuk akustik 3D yang rumit yang memancarkan energi dari semua rah dan membuat partikel itu tetap di tempat.
Suara tidak bisa pindah lewat ruang kosong melainkan melalui air atau jaringan manusia. Ini memungkin terjadi manipulasi pada beku darah, batu ginjal, kapsul obat, instrumen-instrumen bedah mikro atau sel-sel di dalam tubuh kita tanpa ada goresan sedikitpun.
Peneliti berasal dari Universitas Sussex dan Perusahaan Inggris Ultrahaptics dan disiarkan dalam jurnal Nature Communications seperti yang disiarkan oleh Reuters




window.setTimeout(function() { document.body.className = document.body.className.replace('loading', ''); }, 10);